Beranda Daerah Polres halbar Musnahkan Ribuan Minuman Keras

Polres halbar Musnahkan Ribuan Minuman Keras

6487
0

JAILOLO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah Polres Halmahera Barat melakukan pemusnahan barang bukti Minuman Keras bertempat di Mapolres Halbar Senin (17/04)

Kapolres Halmahera Barat AKBP. Indra Andiarta, S.I.K menyebutkan, pihaknya telah melakukan Pemusnahan Barang bukti sitaan Miras berupa cap tikus dan Bir yang berada di gudang tahti Polres Halbar diantaranya,

Minuman Keras Jenis Bir Bintang Kaleng jumbo sebanyak 708 Botol,Minuman Keras Jenis Bir Putih Bintang sebanyak 85 botol,Minuman Keras Jenis Bir Hitam Jumbo Sebanyak 94 Botol,Minuman Keras jenis Bir Hitam Sedang sebanyak 98 botol,Minuman Keras Jenis Captikus 2435 serta Minuman Keras Captikus dalam Galon 25 liter sebanyak 42 galon. Dalam galon lima liter sebanyak 15 galon dan Minuman keras jenis ciu 50 botol

Indra menyebutkan, barang bukti sitaan Miras Jenis  Captikus yang diserahkan dari ops kepada SAT Tahti berjumlah sebanyak 1.833 botol.

Dirinya mengaku, sementara Untuk barang bukti sitaan Miras yang diserahkan Polsek Sahu kepada SAT Tahti dengan jumlah minuman keras jenis Captikus 2.188 botol, untuk Minuman Keras jenis Captikus dalam galon 25 liter sebanyak 9 galon.

Lanjut orang Nomor satu Wilayah hukum Polres Halbar,sitaan miras ini didapat dari operasi pekat bina Kusuma sebelum Ramadhan kemarin yang dilakukan selama 14 hari .

Menurutnya, operasi tersebut dalam bulan suci ramadhan agar tidak ada yang mengedarkan minuman keras dan mengkonsumsi minuman haram tersebut.

Disebutkan, semua Polsek di Halmahera Barat melakukan razia Operasi Bina Kusuma tersebut. Tetapi dari Polsek yang jauh dari Polres Seperti Polsek Jalsel dan Polsek Loloda mereka juga melakukan razia dan pemusnahan barang bukti sendiri.

Dikatakan, razia tersebut agar supaya umat muslim yang lagi menjalankan Ibadah puasa merasa aman dan nyaman.

“Kami sasarannya Minuman Keras, jadi dari awal kami sudah sampaikan melalui Binmas sebelum ada operasi kita melewati Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini mereka bisa mengolah dari pohon enau menjadi gula merah sementara beberapa yang masih mengolah minuman keras maka kami sita,”tegasnya.

Ia menjelaskan, kalau peredaran minuman keras pihaknya masih mengacu pada Undang-undang yang ada sebelum adanya Peraturan Daerah (Perda) berapa Persen yang diundangkan tidak jadi masalah.

“Biasa ada Perdanya itu minuman jenis Bir, biasa dijual itu ada sticker kecil pada kemasan botolnya itu masuk dalam Perda, jadi pendapatan berapa persennya masuk ke Daerah untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),”pungkasnya.(Ute)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini